Friday, November 10, 2017

Bahaya Onani - Banyak pria yang melakukan masturbasi, onani atau ngocok, bahkan dari sebagian orang ada yang hingga kecanduan sampai menjadi gelisah jika sehari saja tidak melakukan hal ini. masturbasi ini juga memiliki dampak negatif / efek samping jika terlalu sering melakukannya.

Tidak ada batasan pasti mengenai seberapa sering seorang pria boleh masturbasi. Meski dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2 hingga 3 kali dalam seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.

Bahaya Onani

Dikutip dari AskMen, masturbasi / onani yang dilakukan terlalu sering dapat memicu aktivitas berlebihan pada saraf parasimpatik. Dampak dari berlebihnya aktifitas ini adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, serotonin dan dopamin.

Ketidakseimbangan senyawa kimiawi dalam tubuh yang terjadi akibat onani yang terlalu sering ini dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan atau bisa disebut juga dengan bahaya onani antara lain adalah:

1. Impotensi atau Lemah Syahwat

Impotensi adalah gangguan yang terjadi pada saraf parasimpatik dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Ini artinya akan melemahkan kemampuan ereksi (Lemah syahwat), bahkan dalam kondisi yang sangat parah dapat menyebabkan impotensi yakni melemahnya penis hingga tidak dapat berdiri sama sekali.

2. Kebocoran Katup Air Mani

Tidak hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh rusakanya saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat juga dapat terganggu. Akibatnya sperma atau air mani tidak hanya keluar saat ereksi saja, lendir-lendir tersebut dapat keluar sewaktu-waktu takterduga sekalipun saat penis dalam kondisi lemas.

3. Kebotakan

Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika hal ini tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut yang serius.

4. Nyeri Selangkangan dan Punggung

Kontraksi kuat otot yang terjadi saat mengalami orgasme dapat memicu nyeri otot, terutama pada daerah selakangan dan punggung. Bahkan jika melakukan onani tanpa pelumas atau dengan tangan kosong, rasa nyeri juga dapat timbul di area penis, ini dikarenakan gesekan yang terjadi dapat menyebabkan lecet pada penis.

5. Rasa Letih Sepanjang Hari

Setiap kali tubuh mengejang saat orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena pada saat orgasme hampir semua otot akan mengalami kontraksi yang kuat. Akibatnya jika terlalu onani terlalu sering dilakukan, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal jika dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.

Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat berhubungan dengan pasangannya.
“Hal ini disebabkan karena kebiasaan tergesa-gesanya saat masturbasi sebab ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini,” tutur Dr Andri dalam konsultasi kesehatan.
Itulah sedikit ulasan mengenai bahaya onani bagi tubuh. Terima kasih dan semoga bermanfaat.