Thursday, November 2, 2017

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Sistem Rakit Apung - Floating hidroponic system (FHS) merupakan suatu budidaya tanaman (khususnya sayuran) dengan cara menanamkan /menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung diatas permukaaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam larutan nutrisi. Metode ini dikembangkan pertama kali oleh Jensen (1980) di Arizona dan Massantini (1976) di Italia.

Pada sistem ini larutan nutrisi tidak disirkulasikan, namun dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena dalam jangka yang cukup lama akan terjadi pengkristalan dan pengendapan nutrisi dalam dasar kolam yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sistem ini mempunyai beberapa karakteristik seperti terisolasinya lingkungan perakaran yang mengakibatkan fluktuasi suhu larutan nutrisi lebih rendah, dapat digunakan untuk daerah yang sumber energi listriknya terbatas karena energi yang dibutuhkan tidak terlalu tergantung pada energi listrik (mungkin hanya untuk mengalirkan larutan nutrisi dan pengadukan larutan nutrisi saja).

Alat-alat Sistem Rakit Apung:

  1. Sterofoam
  2. Busa
  3. Ember atau wadah air 

Kelebihan Rakit Apung

  1. Tanaman mendapat suplai air dan nutrisi secara terus-menerus.
  2. Lebih menghemat air dan nutrisi.
  3. Mempermudah perawatan karena kita tidak perlu melakukan penyiraman.
  4. Membutuhkan biaya yang cukup murah.

Kekurangan Rakit Apung:

  1. Oksigen akan susah didapatkan tanaman tanpa bantuan alat (airstone).
  2. Akar tanaman akan lebih rentan terjadi pembusukan.
Itulah sedikit ulasan mengenai Kelebihan dan Kekurangan Rakit Apung pada hidroponik. Terimakasih dan semoga bermanfaat.