Skip to main content

Bacaan Doa Qunut (Arab, Latin dan Terjemahannya)

Doa qunut adalah serangkaian doa yang dibaca saat iktidal (berdiri setelah ruku') pada rakaat terakhir salat subuh atau salat witir.

Hukum Membaca Doa Qunut

Menurut pendapat dari madzab Syafi’i,  doa Qunut dalam salat Subuh merupakan salah satu sunnat Ab’adl dalam salat, baik saat terjadi musibah maupun tidak. Membaca doa qunut juga dipraktekkan oleh sebagian besar ulama salaf dan generasi setelahnya. Bahkan para sahabat Nabi Muhammad (termasuk Khulafa'ur Rasidin) semisal Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Al Khatthab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan Al Barra’ bin Azib pun membaca doa qunut dalam salat subuh yang dikerjakannya (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, juz 3, hal 504).

Dalil yang digunakan sebagai rujukan hukum membaca doa qunut antara lain hadist Anas bin Malik yang berbunyi:

مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَ

Yang artinya kurang lebih: “Rasulullah SAW tidak henti membaca Qunut dalam shalat Fajar hingga beiau meninggal dunia” (Musnad Ahmad bin Hambal)

Juga hadits yang diriwayatkan dari Al Awwam bin Hamzah, bunyinya:

سألت أبا عثمان عن القنوت ، في الصبح فقال : بعد الركوع . قلت : عمن ؟ قال : عن أبي بكر وعمر وعثمان

Artinya: “Aku bertanya pada Abu Utsman tentang masalah qunut dalam shalat Shubuh. Dia menjawab, “Setelah ruku’”. Aku bertanya lgi, “Dari siapa?” Dia menjawab, “Dari Abu BAkar, Umar dan Utsman”.

Namun harus diakui juga bahwa terdapat  hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak membaca qunut dalam salat Subuh. Akan tetapi hadits tersebut tetap tidak menghalangi kesunnatan membaca doa qunut, apalagi sampai mengharamkannya. Hal ini menurut para ahli fikih selaras dengan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi; “Dalil yang menetapkan lebih didahulukan daripada dalil yang menafikan, karena dalil yang menetapkan memiliki informasi tambahan.”

Doa Qunut Arab

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Doa Qunut Latin

Allahummahdiniy fiiman hadait. Wa ‘aafiniy fiiman ‘aafait. Wa tawallaniy fiiman tawallait. Wa baarikliy fiima a’thoita. Wa qiniy syarro maa qodhoit. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhoo ‘alaik. Wa innahuu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya ‘izzu man ‘aadait. Tabaarokta robbanaa wata’aalait. Falakal hamdu ‘alaa maa qodhoit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadininnabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii washohbihii wa sallam.
Terjemahannya:
“Ya Allah tunjukkan aku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Dalam prakteknya, bacaan doa qunut diatas diperuntukan bagi orang-orang yang menjadi ma'mum atau sholat sendirian (Bacaannya : Allah hummah DINII fiiman hadait). Namun, apabila Anda menjadi imam, maka bacaannya diganti (Bacanya : Allah hummah DINAA fiiman hadait) dan seterusnya. Karena makna kata "NII" (DINII) merujuk kepada diri sendiri (Saya) dan kata "NA" (DINA) merujuk kepada orang banyak (Kita).

Islam membagi doa qunut menjadi dua. Pertama; qunut nazilah yaitu qunut yang dilakukan atau dibaca saat adanya bencana. Kedua; qunut shalat yaitu qunut yang dibaca pada waktu i’tidal (berdiri setelah ruku’) setiap akhir roka’at pada shalat subuh dan shalat whitir, sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

Comments

Popular posts from this blog

Tata Cara Adzan dan Doa Untuk Bayi Baru Lahir

Cara Adzan Untuk Bayi Baru Lahir - Assalamu'alaikum sobat Ndikrulil semua orang tua pasti mendambakan mempunyai anak yang saleh dan shalihah, karena anak adalah karunia dari Allah SWT kepada sebuah keluarga. Oleh karena itu anak adalah amanah yang harus dijaga, dirawat dan juga dididik oleh kedua orang tuanya. Mendidik anak sudah dimulai sebelum anak itu terlahir kedunia, yang tidak hanya bisa dilakukan setelah ia besar.

Salah satu bentuk pendidikan kepada anak yang sering dilakukan dalam tradisi masyarakat muslim adalah mengumandangkan adzan dan iqamah ketika anak tersebut baru saja dilahirkan.

Bagaimana hukumnya melakukan Adzan untuk bayi baru lahir? Apakah hal ini pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW?

Para ulama sepakat bahwa hukum membacakan adzan dan iqamah sesaat setelah seorang bayi terlahir ke dunia adalah Sunnah.

Dalam Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, juz I, hal 61 diterangkan bahwa adzan juga disunnahkan untuk hal selain shalat. Di antaranya adalah "Adzan Untuk Bayi …

Cara Menipiskan Bibir Tebal Secara Alami dan Cepat

Cara Menipiskan Bibir - Kebanyakan para wanita lebih menyukai bibir tipis dan mungil daripada bibir yang tebal. Berbeda dengan orang barat, yang justru menganggap bibir tebal adalah sebuah trend kecantikan yang layak untuk diusahakan.
Salah satu alasan kuat bagi wanita untuk mendapatkan bibir tipis secara alami, supaya penampilan lebih cantik dan mempesona. Baiklah, untuk menipiskan bibir yang tebal tanpa operasi bedah memang tidak mustahil. Namun perlu diingat bahwa apapun bentuk bibir anda, harus dirawat dan disyukuri. Cara Menipiskan Bibir Bentuk bibir yang indah adalah lambang kecantikan bagi wanita. Sebagian orang memiliki bentuk bibir yang monyong dan dower, sehingga mereka berusaha untuk membuatnya menjadi lebih tipis dan ideal. Nah, bagi anda yang ingin mengurangi ukuran bibir secara alami, ikuti panduan di bawah ini.
Untuk cara menipiskan bibir yang tebal, tidak harus melalui operasi bedah yang membutuhkan biaya mahal. Cara alami tentu lebih aman dan tidak menimbulkan efek sa…

Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur (Arab, Latin dan Terjemahannya)

Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur (Arab, Latin dan Terjemahannya) - Assalamu'alaikum sobat Ndikrulil sebelum kita menuju ke topik utama doa mau tidur, ayuk kita nyanyi sebentar "Berdoalah sebelum kita tidur, jangan lupa cuci kaki & tanganmu, jangan lupa doakan mama papa kita". Tentunya sobat masih sangat hafal dengan lagu ini ya? Yups lagu yang dipopulerkan oleh Tasya dan Duta itu merupakan lagu anak-anak yang mengajarkan kepada kita semua untuk selalu berdoa ketika kita mau tidur dan juga bangun tidur.



Saya yakin, teman-teman disini sudah hafal dengan bacaan doa mau tidur. Ini pasti dikarenakan kita setiaphari pasti tidur entah dimalam hari maupun di siang hari, doa ini juga pasti orang tua kalian sudah mengajarkan doa ini kepada kita sejak masih balita.

Meskipun seperti itu, tidak ada salahnya jika saya berbagi bacaan lafadz "doa sebelum tidur" dan setelah bangun tidur di blog Ndikrulil ini, karena mungkin masih ada beberapa dari teman kita yang juga bel…